Kegiatan#kuliah umum#sejarah pondok#PKA#DMU

Menyusuri Jejak Perjuangan: Santri Darul Mukhlisin Mengenal Sejarah Pondok melalui Kuliah Umum Babak I

DMU Broadcast
20 Agustus 2026
114 views
Menyusuri Jejak Perjuangan: Santri Darul Mukhlisin Mengenal Sejarah Pondok melalui Kuliah Umum Babak I

Menyusuri Jejak Perjuangan: Santri Darul Mukhlisin Mengenal Sejarah Pondok melalui Kuliah Umum Babak I

Darul Mukhlisin – Rangkaian Pekan Khutbatul ‘Arsy (PKA) Pondok Modern Darul Mukhlisin terus berlanjut melalui pelaksanaan Kuliah Umum Babak I tentang Sejarah Pondok. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian PKA yang mengajak seluruh santri untuk mengenal lebih dekat perjalanan, perjuangan, serta nilai-nilai yang menjadi dasar berdirinya Pondok Modern Darul Mukhlisin.

Kuliah umum tersebut diisi langsung oleh Pendiri Pondok Modern Darul Mukhlisin, KH. Muchlis Patahna, S.H., M.Kn. Kehadiran beliau sebagai pemateri memberikan kesempatan berharga bagi para santri untuk mendengarkan secara langsung perjalanan pondok dari sosok yang merintis dan menyaksikan sendiri proses perkembangan Darul Mukhlisin hingga saat ini.

Dalam pemaparannya, Pendiri mengajak para santri untuk menengok kembali perjalanan awal berdirinya pondok. Darul Mukhlisin didirikan sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan lembaga pendidikan Islam yang mampu memadukan nilai-nilai kepesantrenan dengan sistem pendidikan modern, sebagai bekal bagi santri untuk menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Berawal dari Tanah Wakaf dan Sebuah Cita-Cita Pendidikan

Pondok Modern Darul Mukhlisin berdiri di atas tanah wakaf yang berada di Kampung Kubang Sari, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Dari tempat inilah sebuah cita-cita pendidikan mulai dibangun dan berkembang menjadi rumah bagi para santri untuk menuntut ilmu dan membentuk karakter.

Sejak awal, sistem pendidikan yang dikembangkan Darul Mukhlisin berkiblat pada Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI) dengan sistem kehidupan berasrama dan pengasuhan selama 24 jam. Selain pendidikan KMI, pondok juga mengembangkan program Ihya Al-Qur'an yang meliputi tahsin dan tahfidz Al-Qur'an, serta berbagai keterampilan hidup sebagai bagian dari bekal kemandirian santri.

Melalui sejarah tersebut, para santri diajak untuk memahami bahwa pondok yang mereka tempati hari ini tidak hadir secara tiba-tiba. Ada cita-cita, pemikiran, perjuangan, dan proses panjang yang melatarbelakangi berdirinya Darul Mukhlisin.

Apa yang hari ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari—mulai dari kegiatan belajar, kehidupan berasrama, pembinaan, hingga berbagai aktivitas pendidikan—merupakan bagian dari perjalanan panjang yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Belajar Langsung dari Sang Pendiri

Penyampaian sejarah langsung oleh Pendiri memberikan suasana tersendiri dalam Kuliah Umum Babak I. Para santri tidak hanya mempelajari sejarah melalui catatan dan cerita, tetapi mendengarkannya langsung dari sosok yang berada di balik lahirnya Pondok Modern Darul Mukhlisin.

Berbagai penjelasan mengenai latar belakang, perjalanan, serta cita-cita pendidikan pondok disampaikan sebagai bagian dari upaya mengenalkan identitas Darul Mukhlisin kepada generasi santri saat ini.

Hal tersebut menjadi penting karena sejarah bukan hanya sekadar tentang mengetahui kapan dan di mana sebuah pondok didirikan. Lebih dari itu, sejarah membantu santri memahami mengapa pondok ini dibangun, nilai apa yang menjadi landasannya, serta perjuangan apa yang telah dilalui untuk sampai pada hari ini.

Dari perjalanan tersebut, santri belajar bahwa membangun sebuah lembaga pendidikan membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan istiqamah. Sebuah cita-cita besar tidak lahir dalam waktu singkat, tetapi tumbuh melalui proses dan perjuangan yang terus dijaga.

Antusiasme Santri Menggali Sejarah Pondok

Kuliah umum berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme. Para santri mengikuti pemaparan sejak awal hingga akhir, menyimak perjalanan Darul Mukhlisin dan berbagai cerita yang disampaikan oleh Pendiri.

Antusiasme semakin terasa ketika sesi tanya jawab dibuka. Sejumlah santri memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan secara langsung. Rasa ingin tahu mereka terhadap perjalanan pondok, latar belakang berdirinya, serta berbagai pengalaman dalam proses perkembangannya membuat sesi tersebut berlangsung lebih hidup.

Interaksi antara Pendiri dan para santri menjadikan Kuliah Umum Babak I bukan hanya sebagai penyampaian materi satu arah, tetapi juga menjadi ruang dialog antara generasi perintis dengan generasi yang hari ini sedang melanjutkan perjalanan pendidikan di Darul Mukhlisin.

Keberanian santri untuk bertanya juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan. Santri belajar untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berpikir, menggali, dan memahami lebih dalam tentang lingkungan serta lembaga pendidikan tempat mereka menimba ilmu.

Mengenal Sejarah, Melanjutkan Perjuangan

Kuliah Umum Babak I menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian PKA. Jika berbagai kegiatan PKA sebelumnya memperkenalkan dinamika kehidupan pondok melalui kegiatan, kreativitas, dan kebersamaan, maka kuliah umum mengajak para santri untuk kembali melihat akar dari perjalanan Darul Mukhlisin.

Dengan memahami sejarahnya, diharapkan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab dalam diri setiap santri. Mereka bukan hanya menjadi penghuni pondok untuk sementara waktu, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan.

Pondok membutuhkan generasi yang tidak hanya menikmati hasil perjuangan para pendahulunya, tetapi juga memahami nilai yang telah diwariskan dan memiliki kesiapan untuk menjaganya.

Karena sebuah pondok tidak hanya dibangun oleh mereka yang merintisnya, tetapi akan terus hidup melalui generasi yang mengenal sejarahnya, menjaga nilai-nilainya, dan bersedia melanjutkan perjuangannya.

Melalui Kuliah Umum Babak I tentang Sejarah Pondok, para santri diajak untuk menengok jejak perjuangan masa lalu, memahami posisi mereka pada hari ini, serta mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari masa depan Pondok Modern Darul Mukhlisin.





Bagikan Artikel:

Berita Terkait