Kegiatan#Sandal#Amanah#disiplin

Sandal Banyak, Jangan Sampai Salah Ambil!

DMU Broadcast
13 September 2026
30 views
Sandal Banyak, Jangan Sampai Salah Ambil!

Sandal Banyak, Jangan Sampai Salah Ambil!

Darul Mukhlisin — Ada satu pemandangan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat akrab dengan kehidupan santri: deretan sandal yang memenuhi depan masjid, kelas, atau tempat kegiatan.

Kalau dilihat sekilas, semuanya hampir sama. Ada yang hitam, hitam lagi, hitam lagi, dan... masih hitam juga. 😄

Di antara banyaknya sandal yang berjejer, terkadang muncul satu pertanyaan sederhana:

“Yang tadi saya pakai yang mana, ya?”

Momen mencari sandal sendiri di antara puluhan bahkan ratusan sandal memang bisa menjadi cerita kecil dalam keseharian santri. Namun, di balik pemandangan sederhana tersebut, terdapat pelajaran yang tidak sederhana.

Sandal pun Mengajarkan Tanggung Jawab

Di pondok, setiap santri memiliki barang pribadi yang harus dijaga. Sandal, meskipun sederhana dan mungkin tidak mahal, tetap merupakan amanah bagi pemiliknya.

Menjaga sandal berarti belajar bertanggung jawab terhadap barang milik sendiri. Meletakkannya dengan baik, tidak menghilangkan, dan memastikan kembali menggunakan sandal milik sendiri merupakan kebiasaan kecil yang perlu dibangun sejak dini.

Sebab, amanah tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Menjaga barang sendiri dengan baik pun merupakan bentuk latihan untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Jangan Sampai Sandal Bertukar Nasib

Persoalan lain yang terkadang muncul adalah sandal yang tertukar. Karena modelnya mirip, warna hampir sama, bahkan ukurannya tidak jauh berbeda, salah ambil bisa saja terjadi.

Namun, di sinilah pentingnya ketelitian.

Sebelum melangkah pergi, pastikan sandal yang dikenakan benar-benar milik sendiri. Jangan sampai niatnya ingin segera kembali ke asrama, tetapi justru membawa pulang sandal milik teman. 😄

Hal sederhana seperti ini mengajarkan santri untuk lebih teliti dan menghargai hak milik orang lain.

Sederhana, tetapi Mengandung Adab

Kehidupan di Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin mengajarkan santri untuk hidup bersama dalam suasana kebersamaan. Banyak fasilitas digunakan secara bersama-sama, termasuk tempat ibadah dan berbagai ruang kegiatan.

Karena itu, adab dalam menggunakan fasilitas bersama menjadi bagian penting dari kehidupan santri.

Meletakkan sandal dengan rapi, menjaga barang pribadi, tidak menginjak sandal milik orang lain, serta tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya merupakan bentuk-bentuk sederhana dari akhlak yang perlu dibiasakan.

Mungkin tidak ada yang memberikan nilai atau penghargaan untuk hal tersebut. Tidak ada pula tepuk tangan ketika seorang santri berhasil menemukan dan memakai kembali sandalnya sendiri.

Namun, karakter memang sering kali tumbuh dari hal-hal yang tidak mendapatkan sorotan.

Dari sandal yang diletakkan dengan rapi, tumbuh kebiasaan menjaga keteraturan.

Dari sandal yang tidak tertukar, tumbuh sikap teliti.

Dari tidak mengambil milik orang lain, tumbuh sifat amanah.

Dan dari menjaga barang sendiri, tumbuh rasa tanggung jawab.

Jadi, kalau suatu hari melihat deretan sandal santri yang begitu banyak, jangan hanya melihatnya sebagai kumpulan alas kaki yang sedang menunggu pemiliknya.

Di sana ada cerita tentang kehidupan bersama, latihan kedisiplinan, dan pembentukan karakter.

Dan satu pesan sederhana yang selalu relevan:

“Sandal boleh banyak, tapi jangan sampai salah ambil. Karena yang sederhana pun mengajarkan amanah.”

Bagikan Artikel:

Berita Terkait