Sejarah Pondok

Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin

Jejak perjuangan pendidikan Islam yang memadukan nilai pesantren, sistem modern, dan orientasi pengabdian kepada umat.

Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin

A. Sejarah

Sistem pendidikan pesantren di Indonesia saat ini diakui sebagai salah satu sistem pendidikan alternatif di samping pendidikan nasional. Pesantren hadir sebagai agen perubahan dan pembangunan masyarakat. Dengan berbagai latar belakang dan corak, baik tradisional (salafi), modern, maupun perpaduan keduanya, pesantren diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di era globalisasi saat ini.

Dalam rangka terwujudnya hal tersebut, Yayasan Darul Mukhlisin mendirikan Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin sebagai manifestasi untuk menjawab tantangan zaman. Pondok ini hadir sebagai bentuk bakti, wujud cinta, dan takwa kepada Allah dari pendirinya: Bapak H. Mukhlis Patahna, S.H., M.Kn. dan Ibu Hj. Diana Dewi Satria, S.Sos.

Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin didirikan di atas tanah wakaf yang berlokasi di Kampung Kubang Sari, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Sejak awal pendirian, sistem pendidikan yang diterapkan berkiblat pada program Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Gontor, dengan sistem asrama pola pengasuhan 24 jam.

Selain KMI, pondok memiliki program unggulan Ihya Al-Qur'an (tahsin dan tahfidz Al-Qur'an). Pendirian pondok pesantren ini selain sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT juga bertujuan membentengi akidah umat dari kemusyrikan, serta membantu masyarakat kurang mampu (yatim, piatu, yatim piatu, dan dhuafa) dengan memadukan semua potensi yang ada.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Baqarah: 218)

Secara umum, program pondok mencakup belajar, mengkaji, dan menghafal Al-Qur'an, pendidikan bahasa Arab dan Inggris, serta kitab-kitab. Santri juga dibekali life skill seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, teknologi ramah lingkungan, dan kewirausahaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta orientasi pemberdayaan di masa depan.

B. Pimpinan Pondok

  • 2010–2015: Al-Ustadz Fatori Setiawan, M.Pd. (Alm)
  • 2016–2017: Al-Ustadz Bambang Abdul Ghani
  • 2018–sekarang: Al-Ustadz Dwi Saputro, S.PdI

C. Visi dan Misi

Visi: “Menjadi pesantren yang unggul, menghasilkan pemimpin yang berkarakter, berintegritas, ikhlas, dan bertanggung jawab demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang Islami.”

Misi:

  1. Membentuk santri untuk menjadi pemimpin yang berkarakter Islami serta memberikan manfaat bagi manusia dan lingkungannya.
  2. Membentuk santri yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Membentuk santri yang mampu membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah.
  4. Membentuk dan menyelenggarakan pendidikan berstandar modern dan Islami.
  5. Membentuk santri berakhlak mulia, ikhlas, dan bertanggung jawab.

D. Tujuan

Tujuan pendirian pendidikan pesantren ini adalah terbentuknya insan-insan beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlak Islami berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah; mandiri; serta mampu berdakwah untuk menegakkan agama, meningkatkan harkat martabat kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat melalui usaha yang diridai Allah SWT.