Kegiatan#Maulid Nabi#Peringatan Maulid Nabi Darul Mukhlisin

Maulid di Darul Mukhlisin: Menyemai Cinta, Meneladani Rasulullah

DMU Broadcast
25 Agustus 2026
172 views
Maulid di Darul Mukhlisin: Menyemai Cinta, Meneladani Rasulullah

Maulid di Darul Mukhlisin: Menyemai Cinta, Meneladani Rasulullah

Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan yang berlangsung pada malam hari ini diikuti oleh seluruh guru dan santri, yang berkumpul dalam satu majelis untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan kembali kecintaan kepada beliau.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tawasul bersama. Seluruh guru dan santri mengikuti majelis dengan penuh kekhusyukan, memanjatkan doa serta mengharap keberkahan dari Allah SWT. Tawasul menjadi bagian awal yang mengantarkan seluruh jamaah untuk memasuki majelis dengan hati yang tenang dan penuh penghormatan.

Selepas tawasul, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pidato Maulid yang disampaikan oleh perwakilan santri dari setiap asrama. Para santri mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan hikmah seputar keteladanan Rasulullah SAW di hadapan seluruh keluarga besar pondok.

Keterlibatan para santri dalam menyampaikan pidato menjadi bagian dari proses pendidikan yang tidak hanya melatih kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan gagasan, serta jiwa dakwah dan kepemimpinan. Setiap santri belajar bahwa ilmu yang diperoleh tidak hanya untuk disimpan, tetapi juga harus mampu disampaikan dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Melalui pidato yang disampaikan para perwakilan asrama, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kembali diangkat dalam majelis. Kejujuran, amanah, kesabaran, kesederhanaan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama menjadi nilai yang relevan untuk terus dihidupkan dalam kehidupan santri.

Peringatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan di Darul Mukhlisin. Pendidikan pesantren tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang memberikan ruang bagi santri untuk belajar, berlatih, dan mengambil peran secara langsung. Dari mimbar, santri belajar berbicara; dari amanah, santri belajar bertanggung jawab; dan dari kehidupan bersama, santri belajar mengabdi.

Kehadiran seluruh guru dan santri dalam satu majelis juga memperlihatkan kuatnya nilai ukhuwah dalam kehidupan pesantren. Berbagai latar belakang dipertemukan dalam satu suasana kebersamaan, dengan satu semangat untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menjadikan kehidupan beliau sebagai teladan.

Momentum Maulid ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang santri bukan hanya tentang memperoleh ilmu, tetapi juga tentang menata hati, membentuk akhlak, melatih keberanian, dan mempersiapkan diri untuk mengabdi. Nilai-nilai yang diperoleh selama berada di pondok diharapkan dapat terus hidup dan menjadi bekal ketika santri kembali ke tengah masyarakat.

Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Darul Mukhlisin menjadi momentum untuk menyemai kembali cinta kepada Rasulullah SAW—cinta yang tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui usaha untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau.

Dari majelis malam ini, semoga tumbuh generasi santri yang mencintai Rasulullah, berakhlak mulia, berilmu, berani menyampaikan kebaikan, dan siap memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.

Bagikan Artikel:

Berita Terkait