Kuliah Umum Babak Keempat: Memahami Pengasuhan dalam Kehidupan Pesantren

Kuliah Umum Babak Keempat: Pengasuhan dan MABIKORI dalam Kehidupan Santri
Rangkaian Kuliah Umum Pekan Khutbatul ‘Arsy di Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin memasuki babak keempat. Setelah membahas sejarah pondok, makna Pekan Khutbatul ‘Arsy, serta sistem Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), sesi kali ini mengajak para santri mengenal lebih dekat pengasuhan dan MABIKORI sebagai bagian penting dalam kehidupan pesantren.
Materi pada sesi ini disampaikan oleh Al Ustadz Hudaeby, S.H. Para santri diajak memahami bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Kehidupan di asrama, kegiatan kepesantrenan, kedisiplinan, organisasi, hingga kepramukaan menjadi bagian dari proses pendidikan yang membentuk pribadi santri secara utuh.
Pengasuhan: Pendidikan yang Berlangsung dalam Kehidupan
Dalam sistem pendidikan pesantren, Pengasuhan memiliki peran penting dalam membimbing, mengarahkan, dan mengawal kehidupan santri. Pengasuhan tidak hanya berkaitan dengan pengawasan, tetapi juga menjadi proses pendidikan melalui pengarahan, penugasan, pembiasaan, dan evaluasi terhadap berbagai aktivitas santri. Konsep tersebut juga menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan Gontor.
Berbagai aktivitas yang dijalani santri memiliki nilai pendidikan. Kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan melatih tanggung jawab, kehidupan bersama menumbuhkan ukhuwah, sementara berbagai amanah yang diberikan menjadi sarana untuk melatih kemandirian dan kepemimpinan.
Karena itu, aturan dan tata tertib di pondok tidak semata-mata dipahami sebagai batasan, tetapi sebagai bagian dari proses pembentukan karakter. Santri belajar mengatur waktu, menjaga adab, menghargai sesama, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan amanah yang diembannya.
MABIKORI: Membina Jiwa Kepramukaan
Selain pengasuhan, materi juga membahas MABIKORI, Majelis Pembimbing Koordinator Harian, yang berkaitan dengan pembinaan kegiatan kepramukaan.
Dalam sistem pendidikan pesantren, kepramukaan bukan sekadar kegiatan tambahan. Ia menjadi salah satu media untuk melatih santri melalui pengalaman langsung. Di Gontor, kegiatan kepramukaan berjalan di bawah pengawasan MABIKORI dan dipandang sebagai sarana pendidikan kepribadian serta pembentukan sikap mental santri.
Melalui kegiatan kepramukaan, santri belajar disiplin, mandiri, bekerja sama, memimpin dan dipimpin, serta bertanggung jawab. Berbagai latihan dan penugasan memberikan kesempatan kepada santri untuk mengembangkan kemampuan sekaligus belajar menghadapi tantangan secara langsung.
Peran MABIKORI dalam hal ini bukan hanya mengawasi jalannya kegiatan, tetapi juga memastikan bahwa dinamika kepramukaan tetap memiliki nilai pendidikan. Berbagai kegiatan seperti pembinaan pimpinan regu dan sangga, misalnya, diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama santri.
Dari Kehidupan, Santri Belajar Memimpin
Pengasuhan dan MABIKORI menunjukkan bagaimana pendidikan pesantren berlangsung secara menyeluruh. Santri tidak hanya belajar melalui buku dan pelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman hidup, amanah, kedisiplinan, organisasi, dan kegiatan kepramukaan.
Di asrama, santri belajar mengatur kehidupan. Dalam berbagai kegiatan, mereka belajar bertanggung jawab. Dalam kepramukaan, mereka belajar tentang disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan.
Setiap aktivitas menjadi ruang belajar. Setiap amanah menjadi latihan tanggung jawab. Dan setiap pengalaman menjadi bagian dari proses pembentukan jiwa.
Melalui Kuliah Umum Babak Keempat ini, para santri Darul Mukhlisin diharapkan semakin memahami bahwa kehidupan pesantren merupakan sebuah proses pendidikan yang tidak mengenal batas ruang kelas.
Pengasuhan membimbing kehidupan santri, sementara MABIKORI melalui pembinaan kepramukaan turut menanamkan disiplin, kemandirian, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan.
Semua proses tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Darul Mukhlisin dalam membentuk santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap mengabdi dan memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.
Berita Terkait

Fathul Kutub Darul Mukhlisin, Ruang Santri Memperluas Wawasan dan Memperdalam Keilmuan
Darul Mukhlisin — Menuntut ilmu bukan hanya tentang menerima dan menghafalkan pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana seorang santri mampu membaca, memahami, menelaah, dan menggali berbagai sumber keilmuan secara mendalam....

Semarak Arena Gembira Darul Mukhlisin, Panggung Kreativitas dan Ekspresi Santri
Malam tadi, suasana Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin (DMU) terasa berbeda. Di tengah rutinitas kehidupan pesantren, para santri, wali santri, dan masyarakat berkumpul dalam gelaran Arena Gembira...

Kajian Senin Sore, Mengisi Waktu Menjelang Berbuka dengan Ilmu
Senin sore di Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin menjadi waktu yang penuh makna....